HIDUP sehat memerlukan niat dan kemauan yang keras serta dukungan dari keluarga dan orang-orang sekitar. Selain itu rajin berolahraga juga membantu kita untuk mendapatkan badan yang sehat.
Kesehatan merupakan aspek ke hidupan manusia yang paling krusial. Ketika kita menderita sakit ataupun divonis penyakit mematikan, semua hal yang didapat di dunia seakan sia-sia. Harta berlimpah, keluarga harmonis, dan karier sukses, tidak ada artinya jika kita terbaring lemah tak berdaya. Namun, mempertahankan tubuh sehat di zaman instan seperti sekarang sepertinya sulit bukan kepalang. Polusi udara dan cuaca yang makin ekstrem, jenis penyakit yang semakin beragam serta gaya hidup yang buruk, disebut-sebut menjadi alasan utama.
Diperlukan tidak sekadar niat, namun tekad serta motivasi yang kuat untuk menjaga kebugaran tubuh.
Seperti juga yang dialami Dimas Novriandi, karyawan bagian Corporate Affairs Executive di PT HM Sampoerna Tbk. Dia mengaku gaya hidupnya sembarangan. Jarang olahraga, suka mengonsumsi fast food dan makan tidak teratur merupakan kegiatan sehari-harinya.
Meski berat tubuhnya tidak bermasalah, Dimas yang juga seorang blogger ini menginginkan bentuk tubuh yang lebih ideal. Bukan besar dan berotot seperti para binaragawan memang, tetapi lebih berisi dan enak dipandang mata. Resolusinya tidak terlalu muluk, yang terpenting tujuannya dia rasa jelas.
“Aku nggak muluk-muluk sebenarnya, realistis saja.
Aku hanya ingin hidup sehat dan memiliki badan ideal. Memang sulit, apalagi aku nggak suka olahraga dan suka makan fast food,” katanya.
Sebenarnya Dimas pernah memiliki keinginan untuk ikut fitnes di klub kebugaran beberapa tahun lalu. Namun, hanya sebulan dijalaninya, rasa malas mulai menggerogotinya. Tak heran, olahraga menjadi salah satu “musuh” terbesarnya sejak lulus dari bangku sekolah.
Padahal, lulusan Fakultas Hukum, Universitas Gadjah Mada ini termasuk pribadi yang suka sakit-sakitan, termasuk memiliki penyakit asma. Saat dirinya lari atau berkegiatan yang menguras tenaganya, penyakitnya tersebut akan kambuh.
Padatnya aktivitas pekerjaan kantor juga menghambatnya untuk hidup lebih bugar.
Namun, lelaki berkacamata ini tidak menyerah. Niat hidup sehat mulai dia tancapkan. Tekad yang kuat dan motivasi dari berbagai pihak mulai dia munculkan. Hasilnya, sejak satu bulan terakhir ini, lingkar pinggangnya berkurang hingga 4 cm dan dia merasa lebih fit.
“Aku empat kali seminggu ke gim dibantu personal trainer. Sarapan sehat makan roti gandum. Kalau makan siang, nasinya sedikit dan banyakin sayuran. Kalau makan malam, makan nasi merah. Pokoknya hidup sehat dan teratur,” cetus Dimas.
Lain lagi cerita Natalia Turangan. Perempuan berambut panjang ini memiliki prinsip unik, makan sehat namun tetap nikmat. Dia merasa sakit lambung yang dideritanya membuat pola makannya harus dibenahi. Sebab, telat makan menjadi kebiasaan sehari-harinya.
Meski begitu, mengonsumsi makanan nikmat tetap ingin dia lakoni. Karena dilihat dari kondisi berat badan memang tidak bermasalah, namun kolesterol dalam darahnya lumayan tinggi. Natalia juga jarang berolahraga dan kurang tidur. Selain kerja, Natalia juga aktif dalam keanggotaan paduan suara. “Karena sibuk sehari sendirian dan banyak aktivitas, saya jadi kurang tidurnya. Seringnya nonton atau online malam-malam,” katanya.
Motivasinya untuk hidup sehat lalu mulai ditanamkan dalam dirinya. Sejak sebulan ini, makanannya dijaga dan fitnes secara teratur. Dia merasa kegiatan di gim menjadi relaksasi tersendiri saat tubuhnya lelah setelah seharian beraktivitas.
“Badan jadi segar dan fit,” ujar Natalia, yang bekerja sebagai business representative di Intikom Berlian Mustika ini.
Niat Aria Rajasa yang berprofesi sebagai Marketing Manajer Arus Media untuk hidup sehat beda lagi. Aria yang berbadan gemuk ini kesulitan untuk meningkatkan kepercayaan dirinya, terutama saat bergaul dengan lingkungan dan lawan jenis. Pekerjaan pun menjadi terbengkalai.
Selain itu, dia ingin menambah kualitas hidup untuk ke depannya. Karena itu, dia bertekad untuk menurunkan 10–15 kg dalam enam bulan ke depan, saat momen pernikahannya kelak digelar. Apalagi, riwayat penyakit jantung dan diabetes dari keluarga, juga membayanginya.
“Momen pernikahannya kan nggak hanya sehari itu doang. Fotonya pasti jadi kenangan seumur hidup. Saya ingin terlihat kurus dan sehat saat itu. Itu salah satu motivasi saya untuk hidup sehat,” imbuhnya.
Aria mengaku pernah melakukan diet ketat yang menyiksa tubuhnya, hingga push up pun dia tidak sanggup. Meski bisa menurunkan bobot tubuhnya dalam jumlah besar dan mengecilkan lingkar pinggang, dia merasa hal itu tidak nyaman. Namun, kini dia bertekad menjalankan hidup sehat dengan teratur berolahraga dan mengonsumsi makanan sehat.
Dia juga kini berhenti merokok. Setelah rutin gim, badan Aria seperti menolak rokok. Saat merokok, dirinya langsung batuk-batuk seperti orang baru pertama kali melakukannya. “Dengan hidup sehat, saya bisa lebih pede untuk menjalankan tantangan hidup baik pekerjaan ataupun rumah tangga saya nantinya,” ujarnya.
Sementara itu, takut mati muda menjadi motivasi Nasta Inda untuk hidup sehat. Beberapa teman dan keluarga dekatnya menderita penyakit berat dan meninggal pada usia yang relatif muda. Apalagi, dia menyadari pola makannya tidak beraturan. Nasta mengaku tidak kuat godaan untuk tidak mengonsumsi nasi. Olahraga pun angin-anginan.
Makin parah, pekerjaannya sebagai creative assistant di Hard Rock FM Jakarta membuat waktu istirahatnya banyak tersita. Ujungnya, berat badannya bertambah. Dalam jangka waktu lima tahun, bobotnya meningkat drastis hingga 15 kg. Karena itu, dia sangat terobsesi bisa mengembalikan berat badan ideal yang pernah dimilikinya.
Tekad kuatnya tidak datang dengan mudah. Pernah, dia berniat untuk makan sehat, tetapi akhirnya hanya bertahan sepuluh hari saja.
“Saat itu menahan nggak ngemil, makannya benar dan olahraga. Setelah sepuluh hari, kebetulan saya ulang tahun. Sudah, langsung berantakan lagi dietnya,” terangnya.
Kini, lulusan Public Relation Universitas Padjadjaran ini membatasi makanan yang dikonsumsinya, misalnya tidak makan di atas pukul 6 sore. Olahraga fitnes pun dilakoninya secara teratur. “Saya sekarang sudah turun 2 kg, lumayan,” tandasnya sumringah.
Terinspirasi dengan cerita di atas untuk hidup sehat? Ya, tentu saja. Mereka adalah empat dari sepuluh finalis Soyjoy Healthylicious, sebuah online reality show pertama di Indonesia. Sejak diluncurkan pada 4 Maret 2010, Soyjoy Healthylicious memfasilitasi dan mendukung orang-orang yang memiliki resolusi hidup sehat tahun ini.
Dari 7.141 pendaftar, terpilihlah 10 finalis yang akan mengikuti program Healthylicious ini selama tiga bulan. Dalam tiga bulan, mereka akan meng-update perkembangan komitmen resolusi tersebut dan aktivitas gaya hidup sehat mereka sehari-hari melalui website Soyjoy dan social page mereka masing-masing.
Para finalis juga mendapatkan fasilitas seperti nutritionist, personal trainer, spa & massage, makeover (hair and facial), tiga bulan gim gratis dari Celebrity Fitness dan Wardrobe. Selain ditentukan berdasarkan vote, kreativitas dan kesehatan finalis juga akan menjadi faktor penilaian. Akan ada tiga kali medical check-up, pada awal penentuan 10 finalis, pemilihan lima besar dan di akhir program.
Hasil medical check-up ini untuk memastikan finalis benar-benar menjalankan resolusi hidup sehat 2010 mereka. Hadiah utama yang diperebutkan adalah jalan-jalan ke Jepang dan mengunjungi pabrik pembuatan Soyjoy bagi dua orang pemenang. Anda dapat memilih kontestan favorit melalui situs www.soyjoy.co.id.
Product and Marketing Manager Soyjoy Suhendar mengatakan, Soyjoy Indonesia meluncurkan Soyjoy Healthylicious untuk memfasilitasi masyarakat yang mempunyai resolusi sehat agar dapat mempunyai gaya hidup sehat, dengan menjaga asupan makanan dan rajin berolahraga.
“Soyjoy Healthylicious diluncurkan sebagai online reality show pertama di Indonesia, di mana semua hasil atau proses yang terjadi untuk pembentukan gaya hidup sehat bisa dilihat melalui soyjoy. co.id secara real time. Bahkan di website ini, masyarakat bisa terlibat ikut menentukan kesuksesan jalan para finalis ke Jepang melalui sistem voting yang disediakan,” terangnya.
Sumber: Okezone